WORKSHOP SPSS (Statistical Product and Service Solutions)

Banda Aceh- Puluhan mahasiswa berpartisipasi dalam rangkaian acara Workshop SPSS (Statistical Product and Service Solutions), yang diselenggarakan oleh program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala, di aula FISIP pada Jum’at, 11 Mei 2018. Workshop ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami statistika dan pengaplikasiannya dengan menggunakan Software SPSS.


d307c7d7d3-img-20180530-wa0030Acara tersebut menghadirkan Alfin Khairi, S.Stat., M.Si, Alumnus Masgister Statistika Terapan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus pendiri Lembaga Darussalam Consulting Group (DCG) sebagai pemateri. Menurut beliau, statistika merupakan salah satu disiplin ilmu yang penting dipelajari sebab banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu juga dalam sistem pemerintahan, salah satunya pada saat perhitungan sensus penduduk. “Statistika itu bidang ilmu yang dapat ditemukan dalam setiap aspek kehidupan. Ia digunakan tidak hanya pada isu-isu sains atau ilmu alam, akan tetapi juga pada ilmu sosial. Pemerintah juga menggunakannya untuk menghitung statistik penduduk, survei hasil hitung cepat pada pemilu, dan masih banyak lagi kegunaannya” jelas Alfin.

Pada dunia perkuliahan, statistika digunakan untuk mengolah data suatu penelitian, khususnya pada penelitian kuantitatif. Oleh karena itu, Workshop SPSS ini dinilai sangat baik untuk membantu mahasiswa dalam memahami statistika dan aplikasinya serta penggunaan software SPSS. Selama ini kendala mahasiswa ialah mereka tidak mampu memahami statistika dan menganggapnya sulit, sehingga menyebabkan mereka enggan untuk mengambil penelitian kuantitatif. Hal ini didukung oleh pernyataan Wakil Dekan I bidang Akademik Bapak Dr. Effendi Hasan, M.A., pada saat membuka acara “Saya sangat mendukung terselenggarakannya acara ini. Selama ini kebanyakan mahasiswa selalu mengeluh dan menganggap bahwa penelitian jenis kuantitatif itu sulit, sehingga mereka selalu mengambil jenis penelitian kualitatif, sebab dinilai lebih mudah. Padahal pada kenyataannya tidak seperti itu, jadi acara ini menurut saya sangat baik bagi mahasiswa”.

Diharapkan untuk kedepannya, acara serupa kembali diadakan guna memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa khususnya dalam bidang ilmu Statistik Sosial.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya